Selingkuh (maaf) mungkin sudah merupakan hal yang biasa bagi
banyak orang. Catat: banyak orang .. tetapi tidak pada semua orang loh.
Malah
untuk sebagian masyarakat selingkuh malah diterjemahkan sebagai selingan
keluarga utuh. Nah loh..Sebegitu parahkan konsep sebagian masyarakat terhadap suatu
kehidupan pernikahan yang murni?
Tapi tidak semua orang loh beranggapan begitu. Apalagi bagi
kaum wanita., Terlalu sakit jika mengetahui suami berselingkuh. Baik untuk
wanita yang tergolong ibu mudah, wanita paruh baya maupun yang sudah berusia
lanjut.
Sebegitu gampangnya akses pergaulan menjadi lebih mudah
seseorang untuk berkomunikasi dengan orang lain. Tanpa bertatap muka. Tanpa
saling berbicarapun komunikasi tetap jalan terus. Oops, malah enak kan kalo
chatting… “tetangga” tidak mengetahui apa yang diobrolkan. Paling hanya sebatas
menebak nebak saja melalui ekspresi wajah.
Kemajuan teknologi termasuk alat komunikasi, tugas kantor,
saling bertemu banyak orang, suami salah gaul dan banyak lagi merupakan hal hal yang menunjang
perselingkuhan. Belum lagi faktor faktor ‘dalam negeri’ seperti kejenuhan dalam
rumah tangga dan lain sebagainya. Dan yang paling tidak ketinggalan yaitu
“BAKAT SELINGKUH”
Jika sudah berbicara tentang bakat selingkuh.. yah sudahlah
, memang dari sononya seperti itu,. Sejauh manapun istri mengimprovisasi diri ya
tetap aja. Dan sudahlah kalau suami termasuk kategori bakat selingkuh, ya sudah
tidak perlu dibahas lagi.
Sebelum melanjutkan tulisan ini, saya juga hendak menetapkan
batasan selingkuh menurut saya. Selingkuh dalam arti disini adalah suami yang
menjalin hubungan asmara dengan wanita lain, dimana sudah melibatkah ‘hati’.
Dengan kata lain, suami pacaran lagi. Jadi selingkuh
berbeda dengan ‘jajan’. Karena ‘jajan’ tidak melibatkan perasaan. Yang ada
hanya hubungan biologis dengan wanita lain,bahkan bisa dengan wanita yang baru saja bertemu. Untuk masalah ‘jajan’ saya tidak membahasnya dalam tulisan ini.
Suami selingkuh bisakah dicegah? Ow.. kenapa tidak? Yuk
cegah suami selingkuh dengan cara elegan dan terpelajar, tidak dengan membabi
buta, marah marah dan berteriak teriak tidak tahu juntrungan.
Simak yuk....
Gimana ya cara elegan mencegah suami selingkuh.
Buatlah suami senyaman mungkin jika bersama anda. Manjakan dia
dan layanilah dengan sepenuh cinta dan semaksimal mungkin.
Hal ini gampang gampang susah. Memang bukan hal yang mudah untuk
menyatukan 2 pribadi, 2 kebiasaam yang bisa saja saling bertolak belakang. Tapi
kenapa tidak? Jika apa maunya suami dan tidak terlalu merugikan istri, kenapa
tidak mengalah saja? Buatlah suami nyaman, baik dirumah maupun dalam kesehari
hariannya. Manjakanlah suami sebagaimana orang yang sangat dicintai. Buatlah
suami selalu terkesan dengan perlakuan istrinya sehingga istri menjadi ‘sesuatu
yang tidak tergantikan. Jika sempat, ciptakanlah suasana baru dalam rumah, misalnya merubah tata letak perabot, mengganti gorden dengan warna sesuai mood dan lain sebagainya. Jangan hanya ruangan umum, tatalah kamar tidur dengan seromatis mungkin.
Selalu rapih dan bersih jika bertemu suami, terutama saat
suami pulang kerja
Salah satu saat yang paling didambakan suami adalah saat
pulang kerja. Melepaskan kepenatan lahir dan bathin selama seharian bekerja mencari
nafkah. Pastikan semuanya itu didapatkan di rumah. Repot dengan anak anak
sehingga tidak sempat merapihkan diri saat suami pulang kerja? Ow… kondisikan
diri sebisa mungkin agar saat menyambut suami pulang kerja dengan bersih dan
enak dipandang. Tanpa harus full makeup. Bayangkan, jika selama bekerja suami
sering bertemu dengan kaum wanita yang rapih, wangi wangi dan dengan penampilan
prima, begitu sampai di rumah, dalam keadaan capek lahir bathin, dan disambut sang
istri dengan bau kecut, belum sempat mandi, berpakaian daster yang sudah lusuh,
rambut awut awutan, wajah kumus kumus …. Wow.. bayangkanlah sendiri.Saya tidak
menganjurkan untuk selalu berpakaian baru. Tetapi pakailah pakaian yang layak
dan enak dipandang yang dapat membuat suami merasa bergairah melihat istrinya.
Hindarkan berkata kasar,bersuara keras, nada tinggi dan marah marah yang tidak tau juntrungan
Kendalikan diri, jangan sampai marah marah terhadap hal lain, suami yang dijadikan sasaran.Saya bukan mengatakan bahwa istri tidak boleh marah jika suami bertingkah mengesalkan. Tetapi marahlah
dengan elegan. Bagaimanapun juga tidak baik bagi kaum wanita jika sudah
bertutur kasar, suara keras dan nada tinggi. Marah marah tidak harus seperti
itu kan? Emosi? Ya semuanya pasti emosi. Tetapi ingat emosi tidak selalu
menyelesaikan masalah, malah kemungkinan besar dapat menimbulkan masalah baru.
Layanilah suami sebaik baiknya terutama dalam kebutuhan
biologisnya.
Diskusikanlah dengan suami agar semuanya bisa seiring dan
sejalan. Dalam tulisan ini saya tidak membahas teknis penyelesaian kebutuhan
bioogis. Pintar pintarlah membaca apa yang menjadi ‘selera’nya. Jangan lupa juga
memperhatikan ‘kondisi’ underware yang dipakai. Kebayang kan, jika istri melayani
suami dengan underware yang sudah tidak layak. Bolong sana sini bak kena
peluru, atau karet ceana dalam sudah melar hingga sulit dibedakan mana pinggang
mana paha J
Selesaikan masalah secara tuntas. Jangan biarkan masalah berlarut larut
Jika ada masalah yang mengganjal, diskusikan dengan suami.
Tetapi tentu saja harus pintar pintar membaca ‘cuaca’ hati sang suami. Jangan
sampai masalah menjadi lama terpendam bisa menjadi bom waktu yang dapat meledak
kapan saja.
Ciptakan restoran terbaik di rumah anda
Saya ingat pepatah orang tua ditempat saya “Cinta datang melalui
perut dan meja makan”. Saya rasa itu ada
benarnya. Jika seorang dalam cuaca hati yang biasa (tidak dalam keadaan sakit
hati pada pasangannya), akan merasa terhibur jika disajikan masakan yang lezat.
Perhatikan cara penyajiannya juga. Usahakan menggunakan wadah yang menggugah
selera. Tidak bisa masak? Ah bukan alasan. Begitu banyak resep masakan, club
masak di internet yang membahas resep, tips dan trik cara memasak yang enak. Jika anda seorang wanita karir. Usahaan dapat
memasak lezat masakan kesukaan suami.
Memperluas wawasan, belajar, belajar dan belajar
Memang cukup berat ya tugas sang istri, Sudah kebagian
mengurus rumah tangga disuruh belajar pula. Ahaa.. Menurut saya, suami akan
merasa nyaman bila dia bisa bertukar pikiran dengan istrinya terhadap masalah
masalah yang dihadapainya. Hindari suami bertukar pikiran dengan lawan jenis yang
sangking cocoknya bercurhat, ee malah kecantol. Bisa saja berawal curhat dengan masalah kantor, akibatnya melebar ke masalah pribadi dan seterusnya dan
seterusnya. Dan jika suami merasa nyaman dengan teman curhatannya itu? Nah lo….
lebih ribet kan? Juga sesuaikan dengan tingkat pergaulan suami. Jika suami
sering menghadiri jamuan jamuan formal. Belajarlah etiket dan tata karma.
Belajar table manner dan tunjukkan bahwa anda adalah istri yang pantas untuk
suami anda
Perluas pergaulan
Perluas pergaulan bukan mutlak berarti harus selalu gaul,
bolak balik ke mall, berselfie ria dlsb. Bukan itu maksud saya. Perluas
pergaulan anda dengan pihak pihak yang dapat memberikan efek positif bagi anda. Teliti lah dalam berteman agar
tidak salah gaul yang malah menjerumuskan. Tidak perlu sering sering bergaul dan
akhirnya melalaikan kewajiban sebagai istri. Tidak begitu ya.. tetapi bergaullah
untuk menambah wawasan.
Jangan sita gadget suami.
Bisa perang dunia, dan dapat memperuncing permasalahan. Lihat gadget suami jika yang bersangkutan mengijinkan. Bukannya tidak boleh, tetapi tidak etis dan kurang elegan. Ingat!! Jika suami nekat selingkuh, gampang saja, dengan membeli gadget lain dan hanya disimpan di kantor. Beres kan?
Yang tak kalah pentingnya ciptakan suasana rohani dalam
rumah.
Giring suami dan anak menjadi suatu keluarga yang takut akan
Tuhan. Apapun keyakinan anda.
Jika hal hal di atas tidak dapat sepenuhnya dilakukan karena
sibuk mengurus anak ataupun sibuk
berkarir dan lain sebagainya, terapkanlah semaksimal mungkin. Buang jauh jauh
anggapan “Kan sudah menikah, sudah terikat secara hukum dan agama’.. menikah itu adalah langkah awal
untuk membangun keluarga. Mempertahankan pernikahanpun tak kalah pentingnya.
Jika hal hal seperti di aatas sudah dilakukan dengan
maksimal, tetapi suami teteap seingkuh, yaa mau gimana lagi, Yang penting kita sudah berusaha. Selanjutnya? Diskusikanlah dengan hati nurani anda untuk langkah selanjjutnya.
Simak juga:
Simak juga:
No comments:
Post a Comment